Metode Persalinan Pada Disabilitas Di Yayasan Pensil Waja Banua Kota Banjarmasin
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v9i2.786Keywords:
Disabilitas, Kehamilan, Komunitas Difabel , Metode PersalinanAbstract
Latar Belakang: Disabilitas menghambat aktivitas dan interaksi sosial. Di Kalimantan, perempuan disabilitas fisik menghadapi keterbatasan layanan kesehatan, stigma, dan minimnya pengetahuan tenaga medis, sehingga berisiko komplikasi seperti prematur, preeklamsia, dan operasi sesar. Yayasan Pensil Waja Banua mendukung edukasi kesehatan dan berbagai metode persalinan. Tujuan: Mengetahui gambaran metode persalinan pada disabilitas di Yayasan Pensil Waja Banua Banjarmasin. Metode: Penelitian deskriptif retrospektif dengan total sampling 30 responden, menggunakan kuesioner dan analisis univariat. Hasil: Penelitian pada 30 ibu bersalin disabilitas di Yayasan Pensil Waja Banua Banjarmasin menunjukkan mayoritas melahirkan spontan (53,3%), diikuti sectio caesarea (26,7%) dan ekstraksi vakum (20%). Sebagian besar berada pada usia 20–35 tahun (70%), seluruhnya melahirkan aterm (100%), serta 70% mengalami komplikasi persalinan. Jenis disabilitas terbanyak adalah tuna netra (56,6%), dan sebagian besar menjalani ANC teratur (60%). Berdasarkan paritas, multipara lebih dominan (63,4%). Simpulan: Persalinan terbanyak pada ibu disabilitas adalah spontan (53,3%), mayoritas usia 20-35 tahun dengan kehamilan aterm, komplikasi tetap tinggi (70%). Dukungan tenaga kesehatan dan perencanaan persalinan penting untuk keselamatan ibu dan bayi.


