Hubungan Kecemasan Dan Gangguan Pola Tidur Pada Remaja Yang Menjalani Hospitalisasi
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v9i2.807Keywords:
Kecemasan, Pola Tidur , Remaja, HospitalisasiAbstract
Tidur adalah keadaan fisiologis mendasar yang penting untuk kesehatan manusia, mempengaruhi kinerja kognitif, konsolidasi memori, dan kesejahteraan secara keseluruhan. Proses hospitalisasi dapat menimbulkan trauma pada anak seperti cemas, marah, sakit, dan lainnya. Kecemasan yang tidak teratasi dapat menyebabkan gejala psikosomatis seperti insomnia. Penelitian ini bertujuan mengetahui korelasi antara kecemasan dan gangguan pola tidur pada remaja yang sementara menjalani hospitalisasi di RS Bumi Panua. Metode penelitian yang digunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dilaksanakan sejak tanggal 01 Oktober 2025 – 31 Desember 2025, dengan menggunakan Total Sampling sebanyak 55 remaja yang berusia 13 - 18 tahun yang menjadi responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner HARS dan PSQI, data dianalisis menggunakan uji Spearman’s rho. Hasil uji korelasi Spearman’s rho menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,034 dengan nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) 0,804 serta jumlah responden sebanyak 55 orang. Hasil tersebut menunjukkan adanya hubungan yang sangat lemah antara kecemasan dan pola tidur. Nilai signifikansi yang lebih besar dari 0,05 mengindikasikan bahwa hubungan tersebut tidak signifikan secara statistik, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara tingkat kecemasan dan pola tidur pada remaja yang menjalani hospitalisasi,


