Hubungan Kualitas Tidur Dengan Kejadian Delirium DI Ruangan Intensif RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau

Authors

  • Haiza Nabila Institut kesehatan payung negeri pekanbaru
  • Wardah Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru
  • M. Zul'Irfan Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru
  • Ulfa Hasana Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru

DOI:

https://doi.org/10.54100/bemj.v9i2.838

Keywords:

Kualitas Tidur, delirium, pasien intensif, keperawatan kritis

Abstract

Pasien yang dirawat di ruang intensif rentan mengalami gangguan kualitas tidur akibat kebisingan alat medis, pencahayaan terus-menerus, serta intervensi klinis selama 24 jam. Gangguan tidur yang berkelanjutan dapat memicu disfungsi kognitif dan meningkatkan risiko delirium. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara kualitas tidur dengan kejadian delirium pada pasien di Ruangan Intensif RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Penelitian menggunakan desain kuantitatif cross-sectional dengan sampel 40 responden yang dipilih secara purposive. Kualitas tidur diukur menggunakan Richards-Campbell Sleep Questionnaire dan delirium dinilai menggunakan Confusion Assessment Method for the Intensive Care Unit. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil menunjukkan 72,5% pasien mengalami kualitas tidur buruk dan 70,0% mengalami delirium. Uji statistik menunjukkan nilai p = 0,001 (kurang dari 0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara kualitas tidur dan kejadian delirium. Peningkatan kualitas tidur perlu menjadi fokus intervensi keperawatan intensif untuk menurunkan risiko delirium.

Patients admitted to intensive care units are highly susceptible to sleep disturbances due to environmental noise, continuous light exposure, and frequent clinical interventions. Persistent sleep disruption may impair cognitive function and increase the risk of delirium. This study aimed to analyze the relationship between sleep quality and delirium incidence among patients in the Intensive Care Unit of RSUD Arifin Achmad, Riau Province. A quantitative cross-sectional design was employed with 40 respondents selected through purposive sampling. Sleep quality was measured using the Richards-Campbell Sleep Questionnaire, while delirium was assessed using the Confusion Assessment Method for the Intensive Care Unit. Data were analyzed using univariate and Chi-Square bivariate tests. Results revealed that 72.5% of patients experienced poor sleep quality and 70.0% developed delirium. Statistical analysis showed a p-value of 0.001 (less than 0.05), indicating a significant relationship between sleep quality and delirium incidence. Improving sleep quality should become a priority in intensive nursing care to reduce delirium risk.

Downloads

Download data is not yet available.

Published

2026-04-29

How to Cite

Nabila, H., Wardah, M. Zul’Irfan, & Hasana, U. (2026). Hubungan Kualitas Tidur Dengan Kejadian Delirium DI Ruangan Intensif RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ), 9(2), 904–909. https://doi.org/10.54100/bemj.v9i2.838

Issue

Section

Articles