Hubungan Kebiasaan Konsumsi Kopi Dengan Gejala Gastroesophageal Reflux Disease (Gerd) Pada Remaja Di Kelas XI SMAN 5 Pekanbaru
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v9i2.835Keywords:
Gastroesophageal Reflux Disease (GERD), Konsumsi Kopi , RemajaAbstract
Abstrak
Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) merupakan gangguan pencernaan dengan prevalensi global sebesar 8–33% dan di Indonesia sekitar 9,35%. Peningkatan kejadian GERD pada remaja berkaitan dengan pola hidup tidak sehat, seperti konsumsi kopi berlebihan, pola makan tidak teratur, makanan tinggi asam dan pedas, serta stres akademik. Kandungan kafein dalam kopi dapat meningkatkan produksi asam lambung dan menurunkan tonus Lower Esophageal Sphincter (LES) sehingga memicu refluks asam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebiasaan konsumsi kopi dengan gejala GERD pada remaja kelas XI SMAN 5 Pekanbaru. Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi berjumlah 502 siswa dengan sampel 223 responden yang dipilih melalui purposive random sampling. Analisis univariat menunjukkan sebagian responden memiliki kebiasaan konsumsi kopi kategori sedang dan terdapat responden dengan kemungkinan GERD berdasarkan skor GERD-Q ≥8. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kebiasaan konsumsi kopi dengan gejala GERD (p < 0,05). Disarankan remaja membatasi konsumsi kopi dan menerapkan pola hidup sehat, serta sekolah memberikan edukasi kesehatan terkait risiko konsumsi kafein berlebihan.
Kata Kunci: Gastroesophageal Reflux Disease (GERD), Konsumsi Kopi, Remaja.


