Pengaruh Terapi Musik Populer Terhadap Kemampuan Bersosialisasi Pada Pasien Dengan Gangguan Jiwa Di Rs Jiwa Tampan Riau
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v9i2.815Keywords:
terapi musik, keterampilan sosialiasasi, gangguan mentalAbstract
Pasien dengan gangguan jiwa sering mengalami hambatan dalam kemampuan bersosialisasi yang berdampak pada proses pemulihan dan fungsi psikososial, seperti perilaku menarik diri, komunikasi terbatas, dan kurangnya interaksi dengan lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan intervensi keperawatan nonfarmakologis, salah satunya terapi musik populer yang dilaksanakan sesuai standar operasional prosedur (SOP). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi musik populer terhadap kemampuan bersosialisasi pasien dengan gangguan jiwa di RS Jiwa Tampan Riau. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi experiment melalui pendekatan pretest–posttest control group design. Sampel penelitian berjumlah 22 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 29 Desember 2025 sampai 02 Januari 2026. Kemampuan bersosialisasi diukur menggunakan instrumen Social Functioning Scale (SFS), sedangkan terapi musik populer dilaksanakan berdasarkan SOP yang meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan bersosialisasi pada kelompok intervensi meningkat dari 24,64 menjadi 30,91, sedangkan pada kelompok kontrol meningkat dari 13,73 menjadi 14,73. Uji paired sample t-test dan independent sample t-test menunjukkan perbedaan yang signifikan pada kelompok intervensi dengan nilai p = 0,001 (p < 0,05), serta perbedaan antara kelompok intervensi dan kontrol. Dapat disimpulkan bahwa terapi musik populer yang dilaksanakan sesuai SOP berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan bersosialisasi pasien dengan gangguan jiwa. Oleh karena itu, terapi ini disarankan untuk diterapkan sebagai program rutin dalam pelayanan keperawatan jiwa di RS Jiwa Tampan Riau.


