Hubungan Dukungan Sosial Dengan Korban Bullying Pada Remaja di SMP Negeri 18 Pekanbaru
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v9i2.827Keywords:
Dukungan Sosial, Bullying, Korban Bullying, Remaja, Siswa SMPAbstract
Pendahuluan: Bullying merupakan perilaku agresif yang terjadi secara sengaja dan berulang terhadap individu yang dianggap lebih lemah. Bullying sering ditemukan di lingkungan sekolah dan dapat menyebabkan tekanan emosional, masalah akademik, serta gangguan kesehatan mental pada remaja. Dukungan sosial dianggap sebagai faktor pelindung yang dapat membantu mengurangi dampak negatif dari pengalaman bullying. Metode: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dengan pengalaman menjadi korban bullying pada remaja di SMP Negeri 18 Pekanbaru. Penelitian menggunakan desain kuantitatif deskriptif korelatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 245 siswa yang dipilih melalui teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dukungan sosial dan Olweus Bully/Victim Questionnaire (OBVQ). Karena data tidak berdistribusi normal, analisis statistik dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman rho. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor dukungan sosial adalah 58,27, sedangkan rata-rata skor bullying adalah 111,51. Analisis korelasi menghasilkan nilai p-value sebesar 0,820 (>0,05), yang menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara dukungan sosial dengan pengalaman menjadi korban bullying pada remaja di sekolah tersebut. Kesimpulan: Dukungan sosial tidak berhubungan secara signifikan dengan pengalaman menjadi korban bullying pada populasi ini. Faktor lain seperti pengaruh teman sebaya, lingkungan sekolah, dan karakteristik individu kemungkinan lebih berperan dalam pengalaman bullying. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengeksplorasi faktor-faktor lain yang memengaruhi bullying pada remaja.


