Hubungan Bullying Dengan Resiko Bunuh Diri Pada Remaja Di SMA Negeri 3 Pekanbaru

Authors

  • Chanda Natalya Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru
  • Yeni Devita
  • Rina Herniyanti
  • Fitri Erlyn

DOI:

https://doi.org/10.54100/bemj.v9i2.825

Keywords:

Bullying, Risiko Bunuh Diri , Remaja, Kesehatan Mental

Abstract

Bullying merupakan perilaku agresif yang dilakukan secara sengaja dan berulang dengan adanya ketidakseimbangan kekuatan, baik secara fisik, verbal, relasional, maupun melalui media digital, yang dapat berdampak serius terhadap kesehatan mental remaja. Salah satu dampak psikologis yang paling berat dari bullying adalah meningkatnya risiko bunuh diri. Remaja sebagai kelompok usia transisi sangat rentan mengalami tekanan emosional, perasaan tidak berharga, depresi, dan keputusasaan akibat pengalaman bullying di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan bullying dengan risiko bunuh diri pada remaja di SMA Negeri 3 Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan korelasional dan rancangan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 322 siswa SMA Negeri 3 Pekanbaru yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner bullying dan kuesioner risiko bunuh diri yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami bullying pada kategori sedang hingga tinggi, dengan tingkat risiko bunuh diri yang bervariasi. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p < 0,05 sehingga H ditolak, yang menandakan adanya hubungan yang signifikan antara bullying dengan risiko bunuh diri pada remaja. Semakin tinggi tingkat bullying yang dialami, semakin tinggi pula risiko bunuh diri yang dimiliki responden. Disimpulkan bahwa bullying berhubungan secara signifikan dengan risiko bunuh diri pada remaja di SMA Negeri 3 Pekanbaru. Oleh karena itu, diperlukan upaya pencegahan bullying serta deteksi dini risiko bunuh diri melalui peran aktif sekolah, keluarga, dan tenaga kesehatan, khususnya perawat.

Kata Kunci : bullying, risiko bunuh diri, remaja, kesehatan mental

Downloads

Download data is not yet available.

Published

2026-04-16

How to Cite

Chanda Natalya, Devita, Y., Herniyanti, R., & Erlyn, F. (2026). Hubungan Bullying Dengan Resiko Bunuh Diri Pada Remaja Di SMA Negeri 3 Pekanbaru. Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ), 9(2), 585–591. https://doi.org/10.54100/bemj.v9i2.825

Issue

Section

Articles