Hubungan Peran Interpersonal Kepala Ruangan Dengan Motivasi Kerja Perawat Di Ruangan Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. M.M Dunda Limboto
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v9i2.850Keywords:
Peran Interpersonal, Motivasi KerjaAbstract
Peran interpersonal kepala ruangan memiliki kontribusi penting dalam pengelolaan sumber daya manusia di ruang rawat inap rumah sakit, khususnya dalam meningkatkan motivasi kerja perawat. Kepala ruangan berperan sebagai figur pemimpin yang menjalankan fungsi interpersonal melalui peran sebagai pemimpin, penghubung, dan panutan bagi staf keperawatan. Motivasi kerja perawat yang baik diperlukan untuk menunjang kualitas pelayanan keperawatan yang optimal. Tujuan penelitian untuk menganalisis hubungan antara peran interpersonal kepala ruangan dan motivasi kerja perawat diruang rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr M.M Dunda Limboto. Metode penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Populasi penelitian ini seluruh perawat yang ada diruangan Irina F dan Irina H dengan teknik pengambilan sampel total sampling, instrumen penelitian menggunakan lembar kuisioner. Hasil penelitian yang diperoleh peran interpersonal kepala ruangan dinilai baik oleh responden, yaitu 31 dari 38 orang (81,6%), sedangkan motivasi kerja perawat sebagian besar berada pada kategori termotivasi, dengan 22 dari 38 responden (57,9%) menunjukkan tingkat motivasi kerja yang tinggi. Dapat disimpulkan ada hubungan signifikan antara peran interpersonal kepala ruangan dengan motivasi kerja perawat, dengan nilai p = 0,002 pada taraf signifikansi ρ < 0,05. Berdasarkan hasil penelitian ini, diharapkan pihak manajemen rumah sakit, khususnya kepala ruangan, dapat mempertahankan dan meningkatkan peran interpersonal dalam memimpin perawat melalui komunikasi yang efektif, pemberian dukungan, serta motivasi yang berkelanjutan guna meningkatkan semangat dan kinerja perawat. Selain itu, institusi rumah sakit disarankan untuk menyelenggarakan pelatihan kepemimpinan bagi kepala ruangan agar kemampuan interpersonal semakin optimal.


