Peran Tenaga Kesehatan Dalam Pelaksanaan Program Penanggulangan Tuberkulosis Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Limboto
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v9i2.885Keywords:
Tenaga Kesehatan, Tuberkulosis Paru, PuskesmasAbstract
Tuberkulosis paru merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang umumnya menyerang paru-paru, namun juga dapat menyerang organ lain seperti kelenjar getah bening, kulit, tulang, dan selaput otak. Puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama memiliki peran penting dalam upaya penanggulangan tuberkulosis paru melalui peningkatan cakupan dan kualitas pelayanan sesuai standar yang telah ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran tenaga kesehatan dalam program penanggulangan tuberkulosis paru di Puskesmas Limboto. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif. Sampel penelitian berjumlah 42 penderita TB paru yang sedang menjalani pengobatan di Puskesmas Limboto dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner berisi 15 pertanyaan dengan skala Likert yang mengukur peran tenaga kesehatan meliputi konseling dan penyuluhan, pemeriksaan diagnostik, pengobatan, serta pemantauan kemajuan pengobatan. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran tenaga kesehatan dalam program penanggulangan tuberkulosis paru di Puskesmas Limboto berada pada kategori baik, dengan persentase konseling dan penyuluhan 78,6%, pemeriksaan diagnostik 73,8%, pengobatan 81%, dan pemantauan kemajuan pengobatan 76,2% dan pencatatan pelaporan TB paru 85,7%. Kesimpulannya, tenaga kesehatan di Puskesmas Limboto telah menjalankan peran yang baik dalam mendukung keberhasilan program penanggulangan TB paru.


