Hubungan Pengetahuan Dan Usia Akseptor Dengan Pemilihan Jenis Kontrasepsi Suntik Di Wilayah Puskesmas Tumbang Samba
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v9i2.867Keywords:
Pengetahuan, Usia, Kontrasepsi Suntik, Akseptor KBAbstract
Latar Belakang: Kontrasepsi suntik merupakan salah satu metode kontrasepsi hormonal yang banyak digunakan karena praktis, efektif, dan memiliki jangka waktu pemakaian yang relatif lama. Berdasarkan data di Puskesmas Tumbang Samba, jumlah akseptor kontrasepsi suntik sangat tinggi, yaitu sebesar 83,34% pada tahun 2022, meningkat menjadi 95,18% pada tahun 2023, dan 96,60% pada tahun 2024. Hal ini menunjukkan tingginya minat akseptor terhadap metode tersebut. Namun, pemilihan metode kontrasepsi dipengaruhi oleh berbagai faktor, terutama tingkat pengetahuan dan usia akseptor dalam menentukan pilihan yang sesuai dengan kondisi reproduksinya.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan usia akseptor dengan pemilihan jenis kontrasepsi suntik di wilayah Puskesmas Tumbang Samba.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik observasional dan pendekatan cross sectional. Populasi sebanyak 169 akseptor KB dengan sampel 35 responden menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji Fisher’s Exact.
Hasil: Sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan cukup, berada pada usia reproduksi aman, dan mayoritas menggunakan kontrasepsi suntik. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan antara pengetahuan dengan pemilihan kontrasepsi suntik (p<0,018) dan terdapat hubungan usia dengan pemilihan kontrasepsi suntik (p<0,02).
Kesimpulan: Pengetahuan dan usia berhubungan dengan pemilihan kontrasepsi suntik. Disarankan tenaga kesehatan meningkatkan edukasi dan konseling sesuai karakteristik akseptor.


