Hubungan Status Pekerjaan dan Pola Pengasuhan Ibu terhadap Pemberian MPASI pada Bayi Usia 6–12 Bulan di Puskesmas Simpang Tiga Pekanbaru
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v10i1.908Keywords:
Status Pekerjaan, Pola Pengasuhan, Pemberian MPASI, Bayi Usia 6–12 BulanAbstract
Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI) merupakan makanan atau minuman yang diberikan kepada bayi mulai usia 6 bulan sebagai pelengkap ASI untuk memenuhi kebutuhan energi dan zat gizi. Pemberian MPASI yang belum sesuai dengan rekomendasi masih menjadi permasalahan yang dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan bayi serta dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya status pekerjaan dan pola pengasuhan ibu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan status pekerjaan dan pola pengasuhan ibu terhadap pemberian MPASI pada bayi usia 6–12 bulan di Puskesmas Simpang Tiga Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel berjumlah 78 ibu yang memiliki bayi usia 6–12 bulan dan dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang mengukur status pekerjaan, pola pengasuhan, serta pemberian MP-ASI berdasarkan ketepatan waktu, frekuensi, jenis makanan, tekstur, kebersihan, dan cara pemberian makan. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa status pekerjaan ibu tidak berhubungan dengan pemberian MPASI (p-value = 0,651), sedangkan pola pengasuhan ibu berhubungan dengan pemberian MPASI (p-value = 0,007). Hal ini menunjukkan bahwa pemberian MP-ASI lebih dipengaruhi oleh pola pengasuhan dibandingkan status pekerjaan ibu. Oleh karena itu, tenaga kesehatan diharapkan dapat meningkatkan edukasi kepada ibu mengenai pemberian MPASI sesuai rekomendasi serta pentingnya pola pengasuhan yang baik guna mendukung pemenuhan kebutuhan gizi, pertumbuhan, dan perkembangan bayi secara optimal.


