Pengaruh Pemberian Aromaterapi Lavender Terhadap Nyeri Disminore Pada Remaja Putri Di SMP NU Pakis Kabupaten Malang

Authors

  • Yohana Mustika Anggraini Lega ITSK RS dr Soepraoen
  • Anik Sri Purwanti ITSK RS dr Soepraoen

DOI:

https://doi.org/10.54100/bemj.v9i2.922

Keywords:

Aromaterapi Lavender, Dismenore, Remaja Putri

Abstract

Abstrak

Dismenore atau nyeri haid menjadi salah satu keluhan yang paling sering dikeluhkan oleh remaja putri saat menstruasi dan dapat menghambat kegiatan belajar serta aktivitas harian mereka. Penelitian ini dilakukan guna mengeksplorasi pengaruh terapi aromaterapi lavender untuk mengatasi nyeri dismenore pada siswi di SMP NU Pakis, Kabupaten Malang. Desain penelitian yaitu pra-eksperimental dimana pendekatan pre-test dan post-test dalam satu kelompok tunggal. Sampel penelitian meliputi 30 siswi kelas 8 dan dipilih menjadi responden secara purposive sampling. Pengukuran nyeri disminore dilakukan dengan cara mengisi Skala Rating Numerik (NRS) sebelum dan setelah intervensi aromaterapi lavender. Intervensi diterapkan dengan cara menghirup tetesan aromaterapi lavender yang telah diaplikasikan pada selembar tisu, kemudian dihirup selama rentang waktu 5 hingga 10 menit. Analisis data menggunakan Uji Peringkat Bertanda Wilcoxon karena berdasarkan uji Shapiro-Wilk, data menunjukkan distribusi yang tidak normal. Temuan penelitian mengungkap bahwa sebelum intervensi, mayoritas partisipan mengalami nyeri dengan tingkat sedang yaitu sebesar 60,0%, sedangkan setelah intervensi, sebagian besar partisipan tidak merasakan nyeri yaitu sebesar 53,3%. Berdasarkan hasil pengujian Wilcoxon didapatkan nilai Z sebesar -4,767 dengan nilai p <0,001 yang menandakan H1 diterima. Dapat disimpulkan bahwa dengan intervensi aromaterapi lavender memberikan dampak yang signifikan guna menurunkan tingkat nyeri dismenore pada remaja putri di SMP NU Pakis, Kabupaten Malang.

Kata Kunci: aromaterapi lavender; dismenore; remaja putri.

Abstract

Dysmenorrhea or menstrual pain is one of the most frequently reported complaints among adolescent girls during menstruation and can disrupt their learning activities and daily functioning. This study aimed to explore the effect of lavender aromatherapy on dysmenorrhea pain among female students at SMP NU Pakis, Malang Regency. A pre-experimental design with a one-group pre-test and post-test approach was employed. The sample comprised 30 eighth-grade female students selected by purposive sampling. Dysmenorrhea pain was measured using the Numerical Rating Scale (NRS) before and after the lavender aromatherapy intervention. The intervention consisted of inhaling drops of lavender aromatherapy applied to a tissue for a duration of 5 to 10 minutes. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed-Rank Test because the Shapiro-Wilk test indicated a non-normal distribution. Findings revealed that before the intervention the majority of participants experienced moderate pain (60.0%), whereas after the intervention most participants reported no pain (53.3%). The Wilcoxon test yielded a Z value of -4.767 with p < 0.001, indicating acceptance of H1. It is concluded that lavender aromatherapy significantly reduced dysmenorrhea pain among adolescent girls at SMP NU Pakis, Malang Regency.

Keywords: lavender aromatherapy; dysmenorrhea; adolescent girls..

 

Downloads

Download data is not yet available.

Published

2026-08-29

How to Cite

Lega, Y. M. A., & Purwanti, A. S. (2026). Pengaruh Pemberian Aromaterapi Lavender Terhadap Nyeri Disminore Pada Remaja Putri Di SMP NU Pakis Kabupaten Malang. Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ), 9(2), 1966–1974. https://doi.org/10.54100/bemj.v9i2.922

Issue

Section

Articles