Hubungan Kebiasaan Menggosok Gigi dengan Kejadian Karies Gigi pada Siswa/I Kelas V di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Kereng Bangkirai
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v10i1.1042Keywords:
Anak Usia Sekolah, Karies Gigi, Kebiasaan Menggosok Gigi, Siswa Kelas VAbstract
Karies gigi masih sering ditemukan pada anak usia sekolah dan dapat dipengaruhi oleh perilaku pemeliharaan kebersihan gigi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kebiasaan menggosok gigi dengan kejadian karies gigi pada siswa/i kelas V di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kereng Bangkirai. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan observasional analitik dan pendekatan potong lintang. Seluruh 59 siswa/i yang memenuhi kriteria dijadikan sampel melalui total sampling. Kebiasaan menggosok gigi diukur menggunakan kuesioner 10 item yang mencakup frekuensi, waktu, teknik, durasi, penggunaan pasta gigi berfluoride, dan keteraturan, sedangkan karies dinilai menggunakan lembar observasi. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square serta Fisher-Freeman-Halton Exact Test. Sebanyak 29 responden (49,2%) memiliki kebiasaan menggosok gigi baik, 28 responden (47,5%) cukup, dan 2 responden (3,4%) kurang. Sebanyak 39 responden (66,1%) tidak mengalami karies, sedangkan 20 responden (33,9%) mengalami karies. Pada kategori kebiasaan baik, 93,1% responden tidak mengalami karies; pada kategori cukup, 57,1% mengalami karies; dan seluruh responden berkategori kurang mengalami karies. Uji Fisher-Freeman-Halton menunjukkan p<0,001. Disimpulkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara kebiasaan menggosok gigi dan kejadian karies; kebiasaan yang lebih baik berkaitan dengan kejadian karies yang lebih rendah.


