Hubungan Aktivitas Fisik dan Pola Makan Dengan Kadar Gula Darah pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di UPTD Puskesmas Kayon Kota Palangka Raya

Authors

  • Andhika Putra Syadewa Universitas Eka Harap
  • Kristin Rosela Universitas Eka Harap
  • Christephanie Universitas Eka Harap

DOI:

https://doi.org/10.54100/bemj.v10i1.918

Keywords:

Aktivitas Fisik, Pola Makan, Kadar Gula Darah, Diabetes Melitus Tipe 2

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Melitus (DM) tipe 2 merupakan masalah kesehatan global yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat gangguan sekresi atau kerja insulin. WHO (2025) mencatat sekitar 830 juta penderita DM tipe 2 di dunia, dan Indonesia berada di peringkat ke-5 dunia dengan penderita diabetes dewasa terbanyak. Di UPTD Puskesmas Kayon, jumlah penderita DM tipe 2 tahun 2025 mencapai 1.270 orang. Kadar gula darah yang tidak terkendali erat kaitannya dengan rendahnya aktivitas fisik dan pola makan yang tidak sehat, sehingga berisiko mempercepat munculnya komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dan pola makan dengan kadar gula darah pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di UPTD Puskesmas Kayon Kota Palangka Raya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dan pola makan dengan kadar gula darah pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di UPTD Puskesmas Kayon Kota Palangka Raya. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi berjumlah 90 responden DM tipe 2, dengan sampel 45 responden dihitung menggunakan rumus Slovin dan diambil dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ) dan Food Frequency Questionnaire (FFQ), dianalisis menggunakan uji Spearman Rank. Hasil: Terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan kadar gula darah (p=0,002; r=-0,457) dan pola makan dengan kadar gula darah (p=0,001; r=-0,583), dengan kekuatan korelasi sedang dan arah hubungan negatif. Artinya, semakin tinggi aktivitas fisik dan semakin baik pola makan pasien, maka kadar gula darah cenderung semakin rendah. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dan pola makan dengan kadar gula darah pada pasien Diabetes Melitus tipe 2 di UPTD Puskesmas Kayon Kota Palangka Raya. Hasil penelitian diharapkan pasien Diabetes Melitus Tipe 2 dapat menerapkan aktivitas fisik secara rutin sesuai kemampuan serta mengatur pola makan berdasarkan prinsip 3J (jumlah, jenis, dan jadwal) untuk membantu mengendalikan kadar gula darah. Puskesmas diharapkan dapat meningkatkan edukasi dan pemantauan terkait aktivitas fisik dan pola makan secara berkelanjutan.

Downloads

Download data is not yet available.

Published

2026-10-17

How to Cite

Syadewa, A. P., Rosela, K., & Christephanie, C. (2026). Hubungan Aktivitas Fisik dan Pola Makan Dengan Kadar Gula Darah pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di UPTD Puskesmas Kayon Kota Palangka Raya. Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ), 10(1), 762–778. https://doi.org/10.54100/bemj.v10i1.918

Issue

Section

Articles