Hubungan Pengetahuan tentang Anemia dengan Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) pada Remaja Putri di Madrasah Aliyah Darul Ulum Palangka Raya
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v10i1.1076Keywords:
Pengetahuan Tentang Anemia, Kepatuhan Konsumsi TTD, Remaja PutriAbstract
Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang masih banyak terjadi pada remaja putri. Kelompok ini rentan mengalami anemia karena meningkatnya kebutuhan zat besi selama masa pertumbuhan serta kehilangan darah saat menstruasi. Salah satu upaya pencegahan anemia adalah konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD), tetapi kepatuhan konsumsi dapat dipengaruhi oleh pengetahuan remaja tentang anemia. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pengetahuan tentang anemia dengan kepatuhan konsumsi TTD pada remaja putri di Madrasah Aliyah Darul Ulum Palangka Raya. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional dan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 39 siswi kelas X yang dipilih dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan tentang anemia dan kepatuhan konsumsi TTD, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan α = 0,05. Sebanyak 29 responden (74,4%) memiliki pengetahuan baik, 9 responden (23,1%) pengetahuan cukup, dan 1 responden (2,6%) pengetahuan kurang. Sebanyak 37 responden (94,9%) patuh mengonsumsi TTD dan 2 responden (5,1%) tidak patuh. Hasil Pearson Chi-Square menunjukkan χ² = 20,730 dengan p = 0,000 (p < 0,05), sehingga terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan tentang anemia dengan kepatuhan konsumsi TTD. Sebagian besar remaja putri memiliki pengetahuan yang baik dan patuh mengonsumsi TTD. Pengetahuan tentang anemia berhubungan dengan kepatuhan konsumsi TTD, sehingga edukasi kesehatan yang berkelanjutan dapat menjadi salah satu upaya untuk mempertahankan dan meningkatkan kepatuhan.


