Deteksi Risiko Depresi Post Partum Dengan Menggunakan Edinburgh Postnatal Depression Scale Di Ruang Nifas RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v9i1.713Keywords:
Depresi, Deteksi, EPDS, Postpartum, RSUD dr. H. Moch. Ansari SalehAbstract
Latar Belakang: Di seluruh dunia prevalensi depresi postpartum masih tinggi, rata-rata 20% bahkan sampai 60% dan di negara-negara Asia kejadian depresi postpartum berkisar antara 26-85%. Di Indonesia sendiri angka kejadian depresi postpartum mencapai sekitar 20%. Dampak negatif dari depresi postpartum tidak hanya berbahaya bagi ibu, tapi juga bayi dan keluarga. Oleh sebab itu, pentingnya melakukan deteksi dini dengan menggunakan alat skrining berupa kuesioner Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS). Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Sampel pada penelitian ini semua ibu postpartum yang dirawat di ruang nifas dengan jumlah 22 responden menggunakan accidental sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner EPDS. Metode analisis data menggunakan analisis univariat. Hasil: Dari hasil penelitian, didapatkan dari 22 sampel ada 11 orang (50%) yang tidak mengalami risiko depresi, ada 10 orang (45,5%) yang mengalami risiko depresi ringan, dan 1 orang (4,5%) yang mengalami risiko sedang. Kesimpulan: Kesimpulan pada penelitian ini antara dari sampel 22 orang tadi, baik yang mengalami risiko depresi ataupun tidak mengalami risiko sama-sama 11 orang.


