Pengaruh Kompres Bawang Merah Terhadap Penurunan Suhu Tubuh Pada Balita Dengan Demam
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v9i2.935Keywords:
Kompres Bawang Merah, Suhu Tubuh, Demam, Balita, Terapi Nonfarmakologis, Terapi Komplementer, Bukti AwalAbstract
Demam merupakan keluhan yang umum terjadi pada balita dan sering menjadi alasan orang tua mencari pengobatan. Penanganan awal demam ringan hingga sedang tidak selalu memerlukan terapi farmakologis, sehingga intervensi nonfarmakologis yang aman dan mudah diterapkan menjadi alternatif penting. Kompres bawang merah secara tradisional digunakan masyarakat Indonesia untuk menurunkan panas, namun bukti ilmiahnya pada balita masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kompres bawang merah terhadap penurunan suhu tubuh pada balita demam. Penelitian menggunakan desain pre-eksperimental one-group pretest-posttest yang dilakukan di TPMB Anis Sulistyorini, Singosari, Malang pada April–Juni 2026. Sebanyak 18 balita dipilih secara purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Intervensi berupa aplikasi pasta bawang merah (50 gram) yang dicampur minyak kelapa (50 mL) selama 20 menit pada area dahi, pelipis, dan leher. Suhu tubuh aksila diukur menggunakan termometer digital sebelum dan sesudah intervensi. Analisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Rata-rata suhu tubuh menurun dari 38,4°C menjadi 37,6°C, dengan rata-rata penurunan 0,8°C. Sebanyak 66,7% balita mencapai suhu normal (<37,5°C) setelah satu kali aplikasi. Uji Wilcoxon menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna antara suhu sebelum dan sesudah intervensi (Z = -3,728; p < 0,001) dengan effect size besar (r = 0,879). Temuan ini menunjukkan bahwa kompres bawang merah berpotensi sebagai terapi komplementer untuk membantu menurunkan suhu pada balita demam. Namun, interpretasi hasil perlu mempertimbangkan keterbatasan desain tanpa kelompok kontrol, jumlah sampel yang kecil, serta durasi observasi yang singkat, sehingga temuan ini bersifat sebagai bukti awal yang memerlukan konfirmasi lebih lanjut.


