Hubungan Pemijatan Pada Bayi usia 3-12 bulan Dengan Kualitas Tidur Bayi di Dusun Pisang Kecamatan Seluas Kalimantan Barat
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v9i2.948Keywords:
pijat bayi, kualitas tidur, bayi usia 3–12 bulanAbstract
Abstrak
Bayi memerlukan tidur berkualitas untuk menunjang pertumbuhan fisik dan perkembangan sarafnya. Kebutuhan dasar ini sangat krusial karena berpengaruh langsung terhadap fungsi tubuh dan otak. Bayi dengan gangguan tidur berisiko menghambat pertumbuhan, melemahkan daya tahan tubuh, serta mengganggu perkembangan bayi secara keseluruhan. Pijat bayi adalah salah satu cara untuk memperbaiki kualitas tidur. Penelitian ini bertujuan menguji hubungan antara pijat bayi dan kualitas tidur pada bayi usia 3 hingga 12 bulan. Lokasi penelitian berada di Dusun Pisang, Kecamatan Seluas, Kalimantan Barat. Penelitian menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 32 bayi. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Peneliti mengumpulkan data kualitas tidur melalui lembar observasi. Pengamatan dilakukan dua tahap, yaitu sebelum dan sesudah intervensi pijat. Analisis data mencakup uji univariat dan bivariat. Uji statistik yang digunakan adalah Wilcoxon Signed Rank Test dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan perubahan yang jelas. Sebelum intervensi, sebagian besar bayi (53,1% atau 17 bayi) memiliki kualitas tidur dalam kategori cukup. Setelah intervensi, mayoritas bayi (75,0% atau 24 bayi) berada pada kategori baik. Uji Wilcoxon menghasilkan nilai p=0,001. Nilai ini lebih kecil dari 0,05, sehingga hubungan antara pijat bayi dan peningkatan kualitas tidur dianggap signifikan. Dengan demikian, pijat bayi terbukti efektif. Intervensi ini sederhana dan dapat meningkatkan kualitas tidur bayi secara nyata.
Kata Kunci: pijat bayi, kualitas tidur, bayi usia 3–12 bulan


