Pengaruh Konseling Intensif Terhadap Pemberian ASI Kolostrum untuk Byai 0-2 Hari pada Ibu Hamil Trimester III
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v9i2.963Keywords:
ASI Kolostrum, Bayi Baru Lahir, Ibu Hamil Trimester III, Konseling intensifAbstract
Pemberian ASI kolostrum merupakan upaya penting dalam meningkatkan kesehatan BBL karena terkandung nutrisi dan antibodi yang berperan dalam meningkatkan daya tahan tubuh. Namun, masih ditemukan ibu yang tidak memberi kolostrum kepada bayi karena kurangnya pengetahuan dan pemahaman mengenai manfaat kolostrum. Tujuannya untuk menganalisis pengaruh konseling intensif terhadap pemberian ASI kolostrum pada bayi usia 0–2 hari pada ibu hamil trimester III. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan pre-eksperimental dan desain one group pretest-posttest. Penelitian dilaksanakan di TPMB Cisilia Srihartati pada bulan April–Mei 2026. Sampel penelitian yaitu 30 ibu hamil trimester III menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa lembar observasi pengeluaran kolostrum dan Standar Operasional Prosedur (SOP) konseling intensif. Analisis data uji Wilcoxon Sign Rank Test. Hasil penelitian menyajikan sebelum diberikan konseling intensif, seluruh responden tidak memberikan ASI kolostrum kepada bayi (100%). Setelah diberikan konseling intensif, sebagian besar responden memberikan ASI kolostrum kepada bayi usia 0–2 hari sebanyak 24 orang (80%). Hasil uji Wilcoxon Sign Rank Test nilai p-value = 0,000 (p<0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan konseling intensif terhadap pemberian ASI kolostrum pada bayi usia 0-2 hari. Konseling intensif berpengaruh terhadap pemberian ASI kolostrum pada bayi usia 0–2 hari. Tenaga kesehatan disarankan mengintegrasikan konseling laktasi secara berkelanjutan selama kehamilan dan masa nifas. Peneliti selanjutnya diharapkan menggunakan sampel yang lebih besar dan kelompok kontrol untuk memperoleh hasil yang lebih komprehensif.


