Hubungan Pengetahuan dengan Kebiasaan Konsumsi Minuman Bersoda terhadap Kesehatan Mahasiswa Tingkat IV A dan C S1 Keperawatan dalam Mengerjakan Skripsi di Universitas Eka Harap
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v10i1.1016Keywords:
Pengetahuan, Kebiasaan Konsumsi, Minuman Bersoda, Kesehatan, Mahasiswa KeperawatanAbstract
Latar Belakang: Konsumsi minuman bersoda telah menjadi bagian dari gaya hidup mahasiswa akibat tekanan akademik terutama pada mahasiswa tingkat akhir yang sedang menyusun skripsi dan sering menjadikan minuman bersoda,sebagai kompensasi instan untuk menjaga fokus dan energi. Tingginya frekuensi konsumsi minuman bersoda dapat menimbulkan dampak kesehatan berupa peningkatan risiko obesitas, karies gigi hipertensi dan diabetes tipe 2. Meskipun berstatus calon tenaga kesehatan, pengetahuan mahasiswa keperawatan belum tentu sejalan dengan perilaku kesehatan nyata di lapangan, sehingga penting untuk diteliti. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan dengan kebiasaan konsumsi minuman bersoda terhadap kesehatan mahasiswa tingkat IV A dan C dalam mengerjakan skripsi di Universitas Eka Harap. Metode: Desain penelitian ini adalah kuantitatif korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 87 mahasiswa tingkat IV A dan C yang sedang menyusun skripsi, diambil menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan dan kebiasaan konsumsi minuman bersoda, kemudian dianalisis menggunakan uji statistik Spearman rank. Hasil: Hasil penelitian menunjukan sebagian besar responden memiliki pengetahuan kategori baik (80.5%) dan kebiasaan konsumsi minuman bersoda kategori jarang (72.4%). Hasil uji Spearman rank memperoleh nilai koefisien (rho) sebesar -0,162 dengan nilai signifikansi p= 0,134 (p>0,05), yang berarti tidak dapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kebiasaan konsumsi minuman bersoda terhadap kesehatan mahasiswa. Kesimpulan: Hasil ini menunjukkan bahwa pengetahuan yang baik saja tidak menjamin perilaku konsumsi yang sehat. Faktor lain seperti sikap, beban akademik, stress, dan gaya hidup diduga lebih memengaruhi kebiasaan konsumsi minuman bersoda pada mahasiswa. Sehingga upaya promosi kesehatan perlu lebih menyasar aspek perilaku dan psikologis, bukan hanya peningkatan pengetahuan semata.


