Pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap Pengetahuan Siswa Kelas VII tentang Skabies di MTS Darul Amin Palangka Raya
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v10i1.1022Keywords:
Pendidikan Kesehatan, Pengetahuan, Skabies, Siswa MTSAbstract
Skabies adalah penyakit kulit menular akibat tungau Sarcoptes scabiei varian hominis yang masih menjadi masalah kesehatan global dan lokal, WHO mencatat lebih dari 200 juta kasus per tahun. Di Indonesia prevalensi skabies 5,6 persen sampai 12,9 persen (peringkat ketiga) dan Kalimantan Tengah di atas rata-rata nasional. Survei di MTS Darul Amin Palangka Raya menemukan 3 kasus pada siswa kelas VII dalam sebulan terakhir tanpa edukasi sebelumnya, di mana pengetahuan rendah menyebabkan anggapan "penyakit pondok", pengabaian pencegahan, dan berbagi handuk yang berdampak pada gangguan tidur, konsentrasi belajar, dan isolasi sosial. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan siswa kelas VII tentang skabies. Desain penelitian pra-eksperimental one group pretest-posttest design, sampel 47 siswa kelas VII, teknik sampling stratified random sampling dengan intervensi ceramah interaktif, power point, dan leaflet, dianalisis menggunakan uji Wilcoxon signed rank test. Hasil menunjukkan pengetahuan pretest dominan kurang (51,1 persen; rata-rata 9,38) meningkat pada posttest menjadi baik (40,4 persen; rata-rata 12,49), dengan Wilcoxon Z=-5,167 dan nilai p kurang dari 0,001 sehingga Hâ‚€ ditolak dan Ha diterima yaitu terdapat pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan siswa kelas VII tentang skabies di MTS Darul Amin Palangka Raya. Pendidikan kesehatan terbukti efektif meningkatkan pengetahuan siswa kelas VII tentang skabies di MTS Darul Amin Palangka Raya.


