Hubungan Intensitas Penggunaan Media Sosial dengan Kualitas Tidur pada Remaja Siswa di MTS Annur Kota Palangka Raya
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v10i1.1062Keywords:
Intensitas Penggunaan Media Sosial, Kualitas Tidur, SiswaAbstract
Latar Belakang: Media sosial merupakan hasil perkembangan teknologi komunikasi yang memudahkan individu berinteraksi dan memperoleh informasi. Penggunaan media sosial yang berlebihan pada remaja dapat berdampak pada kualitas tidur. Berdasarkan survei pendahuluan di MTS Annur Kota Palangka Raya, beberapa siswa menggunakan media sosial lebih dari 6 jam perhari. Siswa juga mengeluhkan kurang tidur, mengantuk saat pembelajaran, dan menurunnya konsentrasi belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan intensitas penggunaan media sosial dengan kualitas tidur pada remaja siswa di MTS Annur Kota Palangka Raya. Metode: Penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 45 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Social Media Addiction Scale–Student Form (SMAS-SF) untuk mengukur intensitas penggunaan media sosial dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk mengukur kualitas tidur. Analisis data dilakukan menggunakan uji Rank Spearman. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki intensitas penggunaan media sosial kategori sedang (77,8%) dan kualitas tidur kategori baik (53,3%). Uji Rank Spearman memperoleh nilai p = 0,001 (<0,05) dengan koefisien korelasi (Correlation Coefficient) sebesar 0,498, yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan dengan kekuatan korelasi sedang dan arah hubungan positif antara intensitas penggunaan media sosial dan kualitas tidur. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara intensitas penggunaan media sosial dengan kualitas tidur pada siswa MTS Annur Kota Palangka Raya. Semakin tinggi intensitas penggunaan media sosial, semakin buruk kualitas tidur yang dialami siswa. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi dasar bagi sekolah, orang tua, dan tenaga kesehatan dalam meningkatkan edukasi mengenai penggunaan media sosial secara bijak guna menjaga kualitas tidur remaja.


