Hubungan Tingkat Stres dan Pola Makan dengan Siklus Menstruasi pada Remaja Putri di SMK Karsa Mulya Palangka Raya
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v10i1.1081Keywords:
Hubungan Tingkat Stres, Pola Makan, Siklus MenstruasiAbstract
Latar Belakang: Menstruasi atau menses dalam bahasa Inggris, berasal dari kata Yunani mensis yang berarti bulan. Dalam budaya Melayu, menstruasi dianggap sebagai air mata rahim wanita. Proses ini adalah keluarnya darah dan sel dari dinding rahim melalui vagina secara berkala. Menstruasi terjadi pada wanita setiap bulannya dengan durasi kebanyakan setiap wanita 3 sampai dengan 8 hari dan siklus sekitar 28 hari, munculnya ketidakteraturan siklus ini banyak dipicu oleh seperti tingkat stres yang tinggi dan pola makan yang tidak seimbang yang mengganggu keseimbangan hormonal. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat stres dan pola makan dengan siklus menstruasi pada siswi SMK Karsa Mulya Palangka Raya. Tujuan: Menganalisis hubungan tingkat stress dan pola makan dengan siklus menstruasi pada remaja putri di SMK Karsa Mulya Palangka Raya Metode: Penelitian ini menggunakan metode Kuantitatif dengan desain Cross sectional.Populasi penelitian adalah seluruh siswi SMK Karsa Mulya Palangka Raya sebanyak 54 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling ,sehingga seluruh populasi dijadikan sampel penelitian. Pengumpulan data menggunakan Kuesioner Tingkat Stres ( PSS 10 ), Pola makan ( FFQ) dan observasi. Analisa data dilakukan secara univariat dan multivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Hasil uji Chi-Square diperoleh nilai p-value = 0,000 (p < 0,05), sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dan pola makan dengan siklus menstruasi pada remaja putri di SMK Karsa Mulya Palangka Raya. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stress dan pola makan dengan siklus menstruasi pada remaja putri di SMK Karsa Mulya Palangka Raya. Semakin tinggi tingkat stres dan kurang baik pola makan pada remaja putri, semakin besar gangguan siklus menstruasi yang ditemukan.


