Faktor Resiko Kejadian Ikterus Pada Bayi Baru Lahir Di RSIA Sitti Khadijah Gorontalo

Authors

  • Revika Nurlela Kasim Universitas Muhammadiyah Gorontalo
  • Sri Mulyaningsih Universitas Muhammadiyah Gorontalo
  • Dwi Nur Octaviani Katili Universitas Muhammadiyah Gorontalo
  • Siskawati Umar Universitas Muhammadiyah Gorontalo

DOI:

https://doi.org/10.54100/bemj.v9i1.640

Keywords:

Ikterus, Asfiksia, Komplikasi Pada Ibu, BBLR

Abstract

Iktelrus nelonatorum adalah keljadian fisiologis pada bayli ylang muncul karelna produksi sell darah melrah tinggi dan billirubin relndah. Ikterus menjadi salah satu penyumbang angka kesakitan bayi di indonesia karena dapat mengakibatkan tubuh bayi menjadi lemas dan tidak mau menghisap, tonus otot meninggi, leher kaku, spasme otot, kejang, dan gangguan indra, retardasi mental, kecacatan bahkan kematian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah bayi ikterus, mengetahui hubungan faktor resiko, yaitu Asfiksia, Komplikasi pada ibu, dan BBLR dengan kejadian ikterus pada bayi baru lahir. Metode penelitian mengunakan pendekatan case control study. Dengan pengambilan total sampling yaitu sebanyak 49 case dan 49 kontrol menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan asfiksia dengan kejadian ikterus pada bayi baru lahir dengan p-value 0.005 < α 0.05, tidak ada hubungan komplikasi pada ibu dengan kejadian ikterus pada bayi baru lahir dengan p-value 0.182 > α 0.05, dan ada hubungan BBLR dengan kejadian ikterus pada bayi baru lahir denga p-value 0.001 < α 0.05. Kesimpulannya ada hubungan antara faktor asfiksia dan BBLR dengan kejadian ikterus dan tidak ada hubungan komplikasi pada ibu dengan kejadian ikterus pada bayi baru lahir di RSIA Sitti Khadijah Gorontalo.

Downloads

Download data is not yet available.

Published

2026-01-29

How to Cite

Revika Nurlela Kasim, Sri Mulyaningsih, Dwi Nur Octaviani Katili, & Siskawati Umar. (2026). Faktor Resiko Kejadian Ikterus Pada Bayi Baru Lahir Di RSIA Sitti Khadijah Gorontalo. Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ), 9(1), 840–846. https://doi.org/10.54100/bemj.v9i1.640

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>