Hubungan Pemberian Asi Eksklusif Dengan Kejadian Stunting Di Puskesmas Pemurus Baru
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v9i2.780Keywords:
ASI Eksklusif, Stunting, BalitaAbstract
Latar Belakang: Stunting merupakan masalah gizi kronis yang terjadi akibat kurangnya asupan gizi dalam waktu yang lama dan sering kali dimulai sejak dalam kandungan hingga usia dua tahun. Salah satu faktor penting yang memengaruhi terjadinya stunting adalah pemberian ASI eksklusif. ASI Eksklusif sangatlah penting karena ASI adalah Nutrisi yang optimal dan perlindungan kekebalan bagi bayi, ASI juga bisa membantu tumbuh kembang bayi dengan baik dan mengurangi resiko infeksi serta penyakit kronis dikemudian hari.
Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan analitik kuantitatif dengan desain croos sectional survey, populasi penelitian berjumlah 270 balita usia 2-5 dengan sempel anak balita di wilayah kerja puskesmas pemurus baru sebanyak 72 balita, dengan teknik pengambilan accidental campling menggunakan lembar ceklis. Data analisis menggunakan uji Chi-Square.
Hasil: terdapat balita yang ASI Eksklusif mengalami Stunting ada 14 orang (48,3%), sedangkan balita tidak ASI Eksklusif yang stunting ada 36 orang (83,7%). Balita yang ASI Eksklusif yang tidak Stunting ada 15 orang (51,7%) sedangkan balita tidak ASI Ekskluisf yang tidak stunting ada 7 orang (16,3%). Hasil uji Chi-Square di peroleh nilai p-value sebesar 0,001 yang berarti nilai p-value ≤ α 0,05.
Simpulan: Terdapat hubungan pemberian ASI Eksklusif terhadap kejadian stunting di wilayah kerja puskesmas pemurus baru kota Banjarmasin tahun 2025. Upaya peningkatan edukasi kepada ibu tentang pentingnya ASI eksklusif perlu terus ditingkatkan, terutama melalui layanan kesehatan primer,


